,

Zakat Fitrah

Zakat Fitrah

zakat fitrah – Tidak hanya diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa bulan Ramadan, namun umat Muslim terhitung kudu untuk memberi dan menunaikan ibadah lainnya di bulan Ramadan, yakni berzakat. Ibadah zakat  ini hanya dibebankan bagi mereka yang membawa kapabilitas saja dan dimaksudkan untuk menolong sesama umat lainnya karena ini sebuah ibadah yang dimaknai sebagai suatu bentuk kepedulian pada mereka yang kekurangan.

Ibadah zakat  ini terhitung dimaksudkan untuk menyucikan diri dan harta seseorang dan bersama memberi tadi dikehendaki kita sanggup sharing tidak hanya kemenangan Idul Fitri namun bersama saudara kita yang kekurangan. Terlebih ulang di saat- waktu menjelang akhir Ramadan layaknya sekarang dan ditengah pandemi, ibadah zakat dan sharing ini jadi suatu perlindungan yang amat berarti.

Sebagaimana diwajibkan untuk umat Muslim pria dan wanita yang mampu, zakat terdapat dalam banyak pengertian dan referensi, zakat sendiri membawa bermacam makna. Jika mengutip berasal dari pernyataan Panduan Zakat Praktis yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, meski keluar berlainan namun sejatinya ini mengacu pada satu obyek yang serupa bersama surah At- Taubah ayat 103 yang terhitung menjelaskan zakat adalah untuk menyucikan jiwa dan harta. Untuk lebih lanjutnya, mari mengenal apa itu zakat fitrah, ketentuan, hukum dan langkah melaksanakannya tersebut ini.

Mengenal Apa itu Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan tidak benar satu berasal dari beberapa jenis zakat yang hukumnya kudu untuk dikeluarkan oleh tiap tiap individu yang merdeka serta sanggup mengikut syarat- syarat yang telah ditetapkan. Ibadah zakat ini terhitung jadi tidak benar satu anggota berasal dari rukun Islam yang ke-4.

Oleh karenanya, ibadah ini diwajibkan bagi tiap tiap umat Muslim yang diakui sanggup untuk sanggup menunaikan ibadah membayar zakat fitrah. Mengingat kita kudu membersihkan harta adalah beberapa pelengkap ibadah puasa itu sendiri, maka tanpa zakat puasa kita tidaklah lengkap.

Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan

Zakat yang kudu diketahui dalam Islam terbagi pada dua macam jenis zakat.

Zakat Fitrah

Ini adalah zakat yang kudu dikeluarkan oleh umat Muslim menjelang hari raya Idul Fitri atau selam bulan Ramadan saja. Zakat ini sanggup dibayarkan setara 3,5 liter (2,5 kilogram) makanan pokok berasal dari tiap tempat yang mengeluarkan dan menjalankan zakat tersebut, layaknya beras bagi penduduk Muslim di Indonesia.

Zakat Maal

Maal (harta) adalah jenis zakat bersifat penghasilan layaknya penghasilan yang di sanggup berasal dari hasil pertanian, pertambangan, hasil laut, perniagaan, ternak, hasil harta temuan, emas dan terhitung perak. Masing- masing jenis penghasilan ini mempunyai perhitungannya tersendiri. Undang- undang (UU)Pengelolaan Zakat Nomor 38 Tahun 1998, pengertian zakat Maal adalah merupakan anggota berasal dari harta yang disisihkan oleh seorang Muslim atau badan/lembaga yang dimilii oleh Muslim mengikut keputusan agama.

Kapan mengeluarkan Zakat Fitrah

Jika kita mengacu pada hadits berasal dari Tirmizi yang berbunyi :

Telah mencaritakan kepada kita (Muslim Bin Amru bin Muslim Abu Amru Al Khaddza’ Al Madani) telah menceritakan kepadaku (Abdullah bin Nafi’ As Sha’igh ) berasal dari (Ibnu Abu Zannad) berasal dari (Musa bi Uqbah) berasal dari (Nafi’) berasal dari (Ibnu Umar), bahwasanya Rasullullah Shallallaahu’alaihi wassalam memerintahkan untuk membayar zakat fitrah sebelum saat berangkat (ke tempat shalat) pada hari raya Idul Fitri. Abu ‘Isa berkata ini merupakan hadits Hasan Shahih Ghraib yang atas dasar ini para ulama lebih memberi saran untuk membayar zakat fitrah sebelum saat berangkat shalat (HR. Tirmidzi: 613)

Maka mengacu pada hadits diatas telah dikatakan bahwa zakat fitrah sebaik- baiknya ditunaikan sebelum saat sholat Idul Fitri. Walaupun demikianlah terhitung alangkah lebih baiknya jika kita menunaikan zakat fitrah sebelum saat hari raya menjelang supaya kewajiban ditunaikan lebih cepat dan terhitung menolong mereka yang lebih membutuhkan. Juga tidak menutup barangkali bahwa kita sanggup saja lupa, karena ini bakal berakibat pada zakat jadi haram jika terlewat berasal dari batas waktu yang telah ditentukan. Berikut uraian waktu- waktu untuk mengeluarkan zakat bersama tepat.

Waktu kudu adalah yang bermula berasal dari awal bulan Ramadan hingga akhir bulan Ramadan.
Waktu kudu adalah setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan.
Waktu afdhal adalah waktu setelah melakukan sholat subuh pada akhir Ramadan hingga sebelum saat mengerjakan sholat Idul Fitri.
Waktu makruh adalah waktu di mana melakukan sholat Idul Fitri supaya sebelum saat terbenam pada hari raya Idul Fitri.

Ketentuan, Syarat dan Hukum Zakat Fitrah

Sebelum kita mengeluarkan zakat fitrah, sebaiknya kita kudu lebih pernah mengerti keputusan atau syarat dan hukum dalam mengerjakan ibadah zakat ini. Selain itu kita terhitung kudu mengerti kemanakah dan siapa sajakah yang berhak menerima zakat yang kita keluarkan. Mari lihat ketentuan- ketentuannya tersebut ini.

Syarat – syarat mengeluarkan zakat fitrah :

Beragama Islam dan merdeka.
Menemui dua waktu yakni satu diantara bulan Ramadan dan Syawal meskipun hanya sesaat.
Mempunyai harta yang lebih berasal dari kebutuhannya sehari – hari untuk dirinya sendiri dan orang- orang yang berada di bawah tanggungannya pada hari raya dan malamnya.

Persyaratan yang disebutkan diatas dikhususkan bagi mereka yang memenuhinya atau mampu, tetapi syarat tidak kudu zakat fitrah adalah :

Orang yang telah meninggal sebelum saat terbenamnya matahari pada akhir Ramadan.
Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhri Ramadaan.
Orang yang baru saja memeluk agama Islam setelah terbenamnya matahari pada akhir Ramdan.
Tanggungan istri yang baru saja dinikahi setelah matahari terbenam pada akhir Ramadan.

Orang- orang yang berhak menerima Zakat Fitrah

Siapa sajakah yang berhak menerima zakat? Ketegori orang- orang yang berhak beroleh zakat telah diatur dalam kaidah Islam dan dibagi jadi 8 golongan layaknya di bawah ini :

Fakir : Merupakan golongan yang hampir tidak mempunyai harta apapun supaya kaum ini tidak sanggup mencukupi keperluan pokoknya.
Miskin : Golongan orang yang mempunyai sedikit harta namun diakui tidak sanggup mencukupi keperluan dasar kehidupannya.
Amil : Orang yang menolong menyatukan dan membagikan zakat.
Mu’alaf : Golongan orang- orang yang baru masuk dan memeluk agama Islam dan butuh perlindungan dalam mengatur diri mereka bersama keadaan baru serta ibadahnya.
Hamba sahaya : Orang- orang yang ingin memerdekan diri mereka.
Gharimin : Orang yang berhutang untuk mencukupi keperluan hidup bersama halal dan tidak sanggup untuk membayar hutangnya.
Fisabilillah : Orang- orang yang berjuang di jalur Allah.
Ibnus Sabi : Orang- orang yang tengah kehabisan ongkos dalam perjalanannya dalam ketaatann kepada Allah
Cara melakukan Zakat Fitrah

Hukum waktu menjalankan zakat Fitrah adalah sejak awal bulan Ramadan dan paling lambat adalah waktu menjalankan sholat Ied. Jika Anda mengeluarkan zakat setelah waktu itu, maka zakat tersebut diakui hanya sebagai sedekah biasa dan ini berarti Anda tidak diakui belum menunaikan ibadah zakat Fitrah. Oleh karena itu, sebaiknya memperhatikan waktu- waktu zakat dan melakukan ibadah Anda pas waktu.

Sedangkan tata langkah melakukan zakat adalah dibayarkan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3.5 liter per jiwa/penerima. Kualitas zakat kita pun kudu terhitung serupa bersama kualitas makanan berasal dari sang pemberi zakat. Selain itu, jika Anda berhalangan membayar dalam bentuk fisik beras dan makanan lainnya, zakat fitrah terhitung sanggup ditunaikan dalam bentuk duit sebesar berasal dari harga 2,5 kg atau 3,5 liter beras tadi.

Disamping tata langkah yang kudu diikuti cocok bersama syarat, membayar pajak terhitung kudu disertai bersama kemauan yang bakal jadi penentu apakan amalan yang ditunaikan ini jadi sah atau tidaknya. Niat sendiri terbagi dalam beberapa macam yang sanggup Anda mengatur :

Niat membayar zakat Fitrah

Nawaitu an ukhrija zakaatalfithri ‘an nafsii fardhon lillaahi ta’aala – “Aku kemauan mengeluarkan zakat fitraah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah ta’aala.”

Niat membayar zakat Fitrah untuk istri

Nawaitu an ukhrija zakaatafithri ‘anzawjatii fardhon lillaahi ta’aala -“Aku kemauan mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah ta’aala.”

Niat membayar zakat Fitrah untuk anak laki- laki

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anwalidii … fardhon lillaahi ta’aala – “Aku kemauan mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama) fardu karena Allah ta’aala.”

Niat membayar Zakat Fitrah untuk anak perempuan

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anbintii … fardhon lillaahi ta’aala – “Aku kemauan mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama) fardu karena Allah ta’aala.”

Niat membayar Zakat Fitran untuk diri sendiri dan keluarga

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘annii wa’anjamii’i maa yalza munii nafakootuhum syar’an fardhon lillaahi ta’aala. – “Aku kemauan mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya jadi tanggunganku fardu karena Allah ta’aala.

Niat membayar Zakat Fitrah untuk orang yang diwakilkan

Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘an … fardhon lillaahi ta’aala. – “Aku kemauan mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama spesifik) fardu karena Allah ta’aala.”

Menunaikan zakat di tengah pandemi

Meskipun waktu ini kita berada di tengah pandemi yang hampir melumpuhkan banyak faktor kehidupan dan mengganggu perekonomian secara umum, tentu saja kita kudu selamanya menunaikan ibadah Zakat Fitrah jika kita berada dalam kategori sanggup serta masih sanggup melaksanakannya. Akan amat dimaklumi jika Anda pun ikut membuat perubahan langkah membayar zakat yang kini tidak bersifat bentuk fisik layaknya beras dan makanan melainkan bersifat donasi duit saja.

Islam sendiri mempunyai kelonggaran hukum menjalankan ibadahnya karena keadaan yang tidak amat mungkin atau mendesak layaknya waktu ini. Tetap memperhatikan waktu pembayaran tenggat waktu zakat Anda supaya tidak jadi haram dan sia- sia dalam hukum ketentuannya. Serta bagi Anda yang tidak sanggup menunaikan zakat di tempat Anda biasanya berzakat, kini terhitung sanggup memanfaatkan bermacam macam perlindungan aplikasi zakat yang legal dan terpercaya di Indonesia.