Tanda-tanda Melambatnya Ekonomi RI: Teori Chatib Basri dan Fenomena Masyarakat

Finance521 Dilihat

Chatib Basri Ungkap Tanda-tanda Melambatnya Ekonomi

batikbagoes.com  Ekonom senior Chatib Basri mengungkapkan tanda-tanda melambatnya ekonomi Indonesia. Salah satu indikator yang mencolok adalah adanya tekanan terhadap konsumsi, yang tercermin dari penurunan tingkat tabungan dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Konsumsi yang Melambat: Indikator dari Mandiri Spending Index

Chatib Basri merujuk pada Mandiri Spending Index yang menunjukkan pola konsumsi yang mulai defensif. Masyarakat cenderung mengurangi permintaan untuk barang sekunder dan tersier. Hal ini menjadi ciri ekonomi yang menghadapi perlambatan, di mana fokus konsumsi beralih ke kebutuhan primer seperti makanan.

Respons Pemerintah: Bantuan Sosial untuk Pemertahanan Daya Beli

Menanggapi kondisi ini, Chatib Basri menilai bahwa langkah-langkah pemerintah, seperti memberikan bantuan sosial dan tunai, merupakan respons yang tepat. Bantuan tersebut bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Makan Tabungan dan Survei Konsumen BI

Survei konsumen yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) mengungkapkan fenomena “makan tabungan” sejak pertengahan tahun 2023. Tingkat konsumsi meningkat, tetapi disertai dengan penurunan porsi tabungan. Fenomena ini terutama memengaruhi golongan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Rasio Tabungan Menurun: Data BI

Menurut BI, rasio tabungan terhadap pendapatan per Oktober 2023 turun drastis dibandingkan dengan posisi sebelum pandemi COVID-19 pada Oktober 2019. Rasio simpanan terhadap pendapatan masyarakat Indonesia saat itu mencapai 15,7%, sementara pada November 2019, rasionya masih 19,8%.

Kelanjutan Fenomena: Survei November 2023

Fenomena masyarakat “makan tabungan” terus berlanjut pada November 2023. Survei menunjukkan porsi pendapatan konsumen yang disimpan kembali merosot dari 15,7% pada Oktober 2023 menjadi 15,4% pada November 2023. Di sisi lain, proporsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan atau utang naik dari 8,8% menjadi 9,3%.

READ  Layanan BI Tetap Optimal Saat Natal dan Tahun Baru: Rincian Penyesuaian