,

Sifat yang Sangat Dicintai Allah Tawakal Dan Sabar

sifat yang sangat dicintai allah

sifat yang sangat dicintai allah tawakal dan sabar – Al Quran merupakan pedoman hidup umat manusia, terlebih bagi seorang Muslim. Maka sudah sepantasnya kami menjalani hidup ini ikuti ketentuan yang sudah tercantum di didalam Al Quran. Sebagai seorang Muslim tentu saja kita sangat inginkan dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk itu kami wajib tau, cii-ciri apa saja yang dapat membuat kami dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Di didalam Al Quran disebutkan setidaknya tersedia 18 cii-ciri yang bisa menimbulkan cintaNya. Namun kami bahas dua cii-ciri terlebih dahulu.

Sifat yang Sangat Dicintai Allah Tawakal Dan Sabar

TAWAKAL

Tawakal juga salah satu cii-ciri yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tawakal kerap kali disangdingkan bersama dengan ikhtiar. Dalam kehidupan sehari-hari, kami wajib selalu berikhtiar kepadaNya untuk mencapai tujuan yang diinginkan, baik berwujud kebahagiaan di dunia maupun akhirat kelak.

Namun demikian, kami juga wajib berupaya sekuat tenaga. Sementara hasilnya, kami serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab, hanya Dia Yang Maha Mengetahui kebaikan bagi diri kita. Itulah salah satu hikmah tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala setelah kami berupaya cocok kapabilitas yang dimiliki.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Selain ayat tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menyebutkan hikmah tawakal didalam ayat yang lainnya, sebagai berikut:

Dalam ke dua ayat tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. sudah berjanji dapat memberi kecukupan hidup kepada orang-orang yang bertawakal, juga didalam urusan rezeki. Oleh karena itu, jadilah kami sebagai orang-orang yang bertawakal dan tidak hanya pasrah pada takdir Allah. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. bersabda:

“Andaikan kalian tawakal kepada Allah bersama dengan sebenarnya, niscaya Allah dapat memberi rezeki kepada kalian, layaknya memberi rezeki pada burung. Mereka pergi pagi bersama dengan perut kosong dan pulang sore bersama dengan perut kenyang.” (HR. Tirmidzi)

Serahkan seluruh urusan di dunia ini hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Janganlah kamu menggantungkan suatu hal kepada tak sekedar diriNya. Sebab, hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. yang mempunyai kekuasaan atas segala hal. Segala usaha dan kerja keras kami tidak dapat artinya apa-apa, jika Dia tidak menghendakinya.

Sebagai hambaNya, kami juga boleh menghendaki bersama dengan berbaik sangka kepadaNya. Namun, kami wajib ingat bahwa Dzat yang menentukan hasil usaha kami adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. bukan manusia. Singkatnya, hikmah dari orang yang selalu bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. di antaranya sebagai berikut:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala. mencukupi segala kebutuhannya.
Termasuk didalam golongan orang yang bertakwa.
Dimudahkan rezekinya.
Diampuni dosa-dosanya.
Masuk surga.

Tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. juga perkara yang diwajibkan didalam Islam. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. berikut:

Manfaat tawakal yang lainnya adalah punyai hati yang teguh dan kemandirian diri yang kuat untuk jadi yang terbaik. Seseorang yang inginkan dicintai oleh masyarakat wajib bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam hal ini, kami wajib menyadari bentuk-bentuk tawakal agar bisa mengamalkannya bersama dengan mudan didalam kehidupan sehari-hari. Beberapa wujud tawakal tersebut, di antaranya sebagai berikut:

Melakukan suatu hal atas dasar kemauan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Tidak menggantungkan keberhasilan suatu usaha kepada tak sekedar Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Bersikap pasrah dan siap menerima hasilnya.
Bersikap tenang, sabar, dan ikhlas didalam menerima keberhasilan dan kegagalan.
SABAR

Sabar juga salah satu ciri utama seseorang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan lebih dari satu ulama menyebutkan bahwa sabar merupakan 1/2 anggota dari iman. Sebab, sabar punyai ikatan yang tidak bisa terpisahkan dari keimanan seseorang, layaknya kepala bersama dengan jasad. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Suhaib Ra. bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Sungguh, mengagumkan perkara orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan, hal yang demikian itu tidak dapat terkandung jika hanya kepada orang mukmin, yakni jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang paling baik untuknya. Dan, jika ia tertimpa musibah, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal paling baik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam melukiskan ciri dan keutamaan beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi setiap umatnya. Sementara itu, didalam Al Quran, Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menyebutkan hal itu sebagaimana firmanNya berikut:

Ayat tersebut memberi saran kami untuk selalu bersama dengan orang-orang shalih. Tujuannya, agar kami selalu mengingtak Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mengharap ridhaNya. Selain itu, kami juga dianjurkan untuk menahan dan menghindari diri dari permohonan maupun kelakuan yang bisa melalaikan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun keutamaan bagi orang yang sabar yakni sebagai berikut:

Sabar merupakan cii-ciri yang wajib kami punyai karena juga perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagaimana orang yang beriman, kami wajib meinta dukungan kepadaNya sesudah berupaya bersama dengan penuh kesabaran. Sesungguhnya, usaha yang disertai kesabaran merupakan kelakuan yang disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kesabaran mendatangkan pujian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seseorang yang pelihara kesabaran artinya sudah berlalu jujur didalam keimanannya. Sebab, ia bisa menghadapi segala cobaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan selalu mengingatNya bersama dengan baik.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang yang sabar. Semua orang yang beriman tentu menghendaki jadi golongan orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun, golongan tersebut hanya untuk orang-orang yang sabar pada ujian dan cobaan dariNya.
Sabar yang dipelihara bersama dengan baik dapat mendapat ganjaran yang lebih baik daripada amalan lainnya. Sebab, kesabarannya melebihi usaha atau amalan yang sudah dilakukan.
Seseorang yang bersabar dapat mendapat ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Selain itu, ia juga mendapat pahala dan ampunan dariNya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kami dituntut untuk berlaku sabar, baik didalam menahan amarah, menghindari kemaksiatan, ibadah, maupun waktu menerima cobaan. Sebab, seorang yang tidak bersabar tidak dapat bisa menahan amarahnya. Selain itu, ia dapat beroleh kerugian besar sebagai akibat cii-ciri dari cii-ciri pemarahnya.

Misalnya, ia dapat kehilangan dapat dan keseimbangan jiwa, agar mengambil ketentuan yang salam didalam selesaikan suatu permasalahan. Keimanannya berkurang. Bahkan, ia bisa kehilangan teman-temannya. Oleh karena itu, jadilah manusia yang sabar didalam menerima segala ujian maupun cobaan dariNya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Ayat tersebut menyebutkan betapa pentingnya kesabaran bagi setiap manusia. Islam tidak dapat punyai banyak umat bila tidak disertai bersama dengan kesabaran. Dalam hal ini, sabar merupakan keperluan duniawi yang berwujud keagamaan. Oleh karena itu, seseorang yang inginkan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat wajib berlaku sabar didalam bermacam kondisi. Adapun kesabaran manusia terbagi jadi tiga bagian, yakni sebagai berikut:

Sabar menjalan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Artinya, ia wajib melawan rasa malas saat hendak jalankan shalat dan segala amal kebaikan lainnya, serta meningkatkan shadaqah.
Sabar menaha diri dari kelakuan maksiat. Menahan diri dari kemaksiatan butuh kesabaran, terlebih kemaksiatan lisan, layaknya bergunjing, berdusta, memfitnah, dan menipu orang lain.
Sabar menghadapi ujian dan cobaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seseorang yang selalu bersabar kepadaNya dapat bisa melalui seluruh ujian yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya, baik berwujud materi maupun didalam wujud lainnya. Misalnya, ia mengalami kecelakaan, kehilangan harta, atau kehilangan orang yang dicintainya.