,

Peninggalan Sejarah Bercorak Islam Di Indonesia

peninggalan sejarah bercorak islam di indonesia

peninggalan sejarah bercorak islam di indonesia – Bismillah Assalamualaikum, wr, wb. baik teman-teman bagaimana kabarnya kalian hari ini, aku meminta kalian seluruh didalam situasi sehat semuanya ya, Kali ini kami bakal mengupas berkenaan apa saja sih peninggalan-peninggalan sejarah bercorak islam di Indonesia.

Kumpulan Peninggalan Sejarah Bercorak Islam Di Indonesia

Beberapa kemungkinan udah tersedia yang tau sebagian, tetapi didalam artikel kali ini aku bakal mengupas secara tuntas peninggalan sejarah bercorak islam ini bersama dengan rinci satu per satu, apa saja? Mari lihat hingga selesai!

1. Keraton / Kerajaan

Keraton atau kerajaan bercorak Islam dulunya cukup lama berkuasa di Indonesia dan berpengaruh besar.

Andil terbesar pada lain yakni dari para wali dan pendakwah dari agama Islam, mereka merangkul kebudayaan didalam siasat penyebaran agama Islam.

Sehingga terjadi sebagian unsur islam didalam sebagian kebiasaan dan kebudayaan.

Keraton adalah area tinggal raja atau sultan dan para keluarganya, keraton termasuk bermanfaat sebagai pusat pemerintahan.

Istana keraton kerajaan ini pada awal nya dibangun oleh para pemeluk agama Buddha dan Hindu. Akibatnya tetap tersedia efek Hindu dan Buddha di sebagian keraton.

Keraton adalah area tinggal raja atau sultan

Berikut ini peninggalan keraton / istana kerajaan sejarah islam di Indonesia:

Keraton Peninggalan Sejarah Bercorak Islam di Indonesia
Keraton Kesultanan Yogyakarta Peninggalan Islam
Keraton Kesepuhan, wilayah ini ditemukan di Cirebon, Jawa Barat. Pembuatan pada Abad ke 15 M.
Keraton Kanoman, wilayah ini ditemukan di Cirebon, Jawa Barat. Pembuatan pada Abad ke 15 M.
Keraton Kesultanan. Lokasi ini ditemukan di Yogyakarta. Pembuatan pada Abad ke 17 M.
Keraton Pakualaman. Lokasi ini ditemukan di Yogyakarta. Pada Abad ke 17 M.
Keraton Kesultanan Aceh. Lokasinya ditemukan di Nanggroe Aceh Darusalam pada Abad ke 15 M.
Istana Kesultanan Ternate. Lokasi ditemukan di Ternate, Ambon. Pada Abad ke 14 M.
Istana Kesultanan Tidore. Lokasinya ditemukan di Tidore, Ambon Pada Abad ke 14 M.
Istana Raja Gowa. Lokasinya ditemukan di Gowa, Sulawesi Selatan pada Abad ke 16 M.
Istana Sorusuan. Lokasinya ditemukan di Banten pada Abad ke 15 M.
Perlu diketahui, Keraton yang tetap tersedia diantara yang di atas yakni Keraton Kesepuhan Cirebon, Keraton Banten, Keraton Yogyakarta.

2. Masjid

Masjid merupakan seni arsitektur Islam yang amat menonjol, sebagian dari Kerajaan islam di Indonesia meninggalkan sebagian bangunan bersejarah, keliru satunya yakni masjid.

Masjid merupakan rumah ibadah kaum muslimin, termasuk sebagai pusat dari kajian keislaman, dan masjid menjadi sesuatu yang amat penting bagi Kerajaan Islam.

Beberapa masjid peninggalan sejarah ini tersedia yang dulu dihancurkan oleh penjajah, tetapi tetap tersedia peninggalan sejarah bercorak islam ini yang tetap kokoh di beragam daerah.

Masjid peninggalan sejarah biasanya memiliki sebagian ciri khas sebagai berikut:
Memiliki menara.
Atapnya bertingkat ganjil dan semakin ke atas semakin kecil.
Letaknya berdekatan bersama dengan istana.
Mempunyai empat tiang utama.
Sekitar masjid tersedia parit berair.
Mimbar diberi ukiran hewan/tumbuhan.
Pintu menyerupai gapura keraton atau candi bentar.
Masjid Peninggalan Sejarah Bercorak Islam
Peninggalan Masjid Agung Demak
Berikut ini sebagian masjid peninggalan sejarah bercorak islam di Indonesia:

Masjid Agung Demak. Lokasinya di Demak, Jawa Tengah dibikin pada Abad ke 14 M.
Masjid Katangga. Berlokasi di Katangga, Sulawesi Selatan dibikin pada abad ke 16 M.
Masjid Raya Baiturrahman. Lokasinya di Aceh dibikin pada abad ke 15 M.
Masjid Agung Cirebon. Berlokasi di Cirebon Jawa Barat pada abad ke 15 M.
Masjid Menara Kudus. Lokasinya di Kudus Jawa Tengah dibikin pada abad ke 15 M.
Masjid Sunan Ampel. Berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. di bangun pada abad ke 15m M.
Masjid Ternate. Lokasinya di Ternate, Ambon, dibangun pada abad ke 14 M.
Masjid Agung Banten. Berlokasi di Banten dibangun pada abad ke 15 M.
Masjid Raya Medan. Lokasinya di kota Medan di bangun pada abad ke 19 M.
Masjid Raya Ganting Padang. Berlokasi di area Ganting, kota Padang, Sumatra Barat pada abad ke 17 M.
Masjid Istiqlal Jakata. Lokasinya di Ibu Kota Jakarta. dibangun pada abad ke 18 M.
Masjid peninggalan sejarah bercorak islam ini kemungkinan tetap banyak yang tidak aku cantumkan, kalau kalian tahu, silahkan sharing di kolom komentar!

3. Pesantren

Salah satu penyebaran dan pengajaran agama Islam di Indonesia adalah melalui pesantren. Pesantren pertama kali didirikan di tanah Jawa dan area Madura oleh para kiai,

Pada era Sunan Ampel pesantren pertama di bangun, yakni pada era pemerintahan Prabu Kertawijaya dari Majapahit.

Kemudian pembangunan pesantren berkembang secara pesat dan melahirkan santri-santri terpelajar.

Banyak ilmu agama yang para santri dapatkan di antaranya santri studi pendalaman Al-Qur’an, kitab kuning, ilmu fiqih, ilmu tauhid, akidah akhlak dan rutinitas tasawuf.

Beberapa pesantren pertama kali yang didirikan di Indonesia yakni pesantren Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur.
Pesantren ini didirikan oleh Sultan Paku Buwono II kurang lebih tahun 1742 sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada kiai Hasan Besari.
Berikut ini merupakan daftar nama pesantren tertua di indonesia sekaligus tahun berdiri dan pendirinya.

Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat. Didirikan oleh mbah Muqoyyim pada tahun 1715 M.
Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah. Didirikan pada 4 Januari tahun 1475 M/879 H. Pendirinya adalah Syekh As Sayyid Abdul Kahfi Al Hasani, ulama besar dari Hadramaut, Yaman. Pesantren tertua se-Asia Tenggara.
Pesantren Al Mujahid sekarang berganti nama menjadi Al Alawiyyin, Cianjur, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1760 M.
Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1718 M. Oleh Sayyid Sulaiman bin Sayyid Abdur Rahman Basyaiban.
Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura. Didirikan pada tahun 1787 M. Oleh Kiai Itsbat.
Pondok Pesantren Jamsaren, Surakarta jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1768 M. Oleh Kiai Jamsari.
Pondok Pesantren PPMH , Gading, Malang, Jawa Timur. Didirikan Oleh Kiai Haji Hasan Munadi pada tahun 1768 M.
Pondok Pesantren Sukamiskin, Bandung Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1818 M.
Pondok pesantren Hidayatul Thullab (Pondok Tengah), Kamulan, Durenan, Trenggalek, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1790 M.
Pondok Pesantren Al-Iman. Purworejo Jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1830 M.
Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Pamekasan, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1827 M. Oleh KH. Nasruddin bin Itsbat.
Pondok Pesantren Syaichaona Cholil Bangkalan, Madura. Didirikan oleh Syekhuna Muhammad Kholil pada tahun 1861 M.
Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Tengah. Didirkan oleh KH. Abdul Manan pada tahun 1830 M.

4. Kitab dan Seni Sastra

Karya seni sastra peninggalan sejarah bercorak islam termasuk tersedia yang yang berupa kitab. Berikut ini sebagian diantaranya:

Kitab Sasana-Sunu
Karya sastra sini kitab ini digubah oleh Raden Tumenggung, Sastranegara pada tahun 1798. Kitab ini mengupas berkenaan ajaran berkenaan tata langkah hidup islam. Serta ajaran untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

Kitab Manik Maya
Kitab ini ditulis oleh Raden Mas Ngabei Ronggo pada tahun 1740 Masehi. Di dalamnya terdapat karya sastra sejarah perkembangan Islam di Pulau Jawa.

Kitab Sastra Gending
Karya seni atau kitab ini mengupas ajaran filsafat dan kebajikan, kitab ini merupakan karya dari Sultan Agung.

Kitab Nitisruti
Kitab ini hampir mirip bersama dengan kitab Sastra Gening yakni mengupas filsafat, cuma saja kitab ini melebar bersama dengan pembahasan moral.
Kitab ini tidak diketahui siapa penulisnya.
Kitab Nitisastra
Kitab atau seni Sastra ini digubah pada abad ke 15 M dan hingga tidak diketahui siapa penulisnya.

Kitab ini berisikan ajaran moral dan pandangan hidup, seperti kebijaksanaan didalam bersosialisasi, moral kehidupan di masyarakat, dll.

Masih tersedia karya sastra peninggalan sejarah bercorak islam dari beragam kerajaan islam di Indonesia, diantarnya:

Hikayat, memuat berkenaan kisah, cerita, tokoh sejarah dan dongeng.
Syair, menjadi jalur atau penghantar dakwah para Ulama Islam.
Babad, karya satra ini menceritakan sejarah.
Suluk, Karya satra ini memuat berkenaan Tasawuf.
Bustanus Salatin karya Nuruddin Ar-Raniri.

5. Makam

Makam termasuk merupakan dari bentuk peninggalan sejarah bercorak islam di Indonesia. Selain keraton dan masjid.

Makam lengkap beserta batu nisan yang bercorak islam termasuk banyak di temukan di Indonesia dan itu sebagai bukti peninggalan sejarah Kerajaan Islam.

Pada biasanya terdapat hiasan-hiasan tertentu pada batu nisan. Untuk para wali, atau keluarga yang memiliki efek tinggi atau keluarga kerajaan dibuatkan rumah yang disebut cungkup.

Berikut ini sebagian makam peninggalan sejarah islam dan merupakan makam tertua di Indonesia. Para penyebar agama islam, diantaranya:

Makam Syaikh Samsuddin Al-Wasit.
Makam Fatimah binti Maimun.
Makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim.
Makam Sultan Malikus Saleh.
Makam Syaikh Jumadil Kubro

6. Tradisi / Budaya

Tradisi atau kebudayaan sesungguhnya tidak sanggup terlepas dari peninggalan sejarah bercorak islam, sebagian rutinitas islam yang hingga waktu ini kami temui hingga sekarang diantanya:
Sekaten, yakni ritual atau perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW didalam budaya Jawa. Perayaan Sekaten ini dikenal dari area Yogyakarta, Surakarta, Jawa Timur, dan Cirebon.
Ziarah, yakni mengunjungi makam para alim ulama dan para Wali Allah SWT. biasanya pengunjung membaca Al-Qur’an, berdoa, yang jauh dari unsur-unsur syirik.
Sedekah, yakni acara keluarga bersama dengan mengundang tetangga atau yang kami kenal sekarang syukuran, pada lain kegiatan nya adalah berdoa kepada Allah SWT.

7. Seni Pertunjukan Peninggalan Sejarah Bercorak Islam

Seni pertunjukan adalah segala ungkapan seni yang substansi dasarnya adalah yang dipergelarkan langsing di hadapan penonton.

Beberapa seni pertunjukan peninggalan bercorak islam diantaranya:

Seni Pertunjukan Tarian
Tari pirieng di atih kaco Sumatra Barat. Tarian ini termasuk biasanya diiringi musik dari rebana, gong, talempong, rabab, dan saluang.
Tari Saman Aceh. Biasanya tari ini ditampilkan waktu perayaan acara adat, maulid nabi dan acara-acara tertentu.
Tari Zapin Melayu. Biasanya tari ini diiringi bersama dengan musik gambus, rebana, dll. Syair nya mempunyai kandungan syiar islam.
Tari Seudati. Biasanya tari ini ditampilkan oleh 8 orang laki-laki sebagai penari utama.
Beksa Golek Menak.
Gamelan
Gamelan termasuk termasuk seni pertunjukan peninggalan sejarah yang bercorak islam, hingga sekarang gamelan tetap dipakai didalam peringatan hari-hari besar islam di Jawa Tengah.

Gamelan biasanya digunakan untuk menarik perhatian orang-orang sehingga berkumpul, sehabis itu, mereka diberi ceramah yang memuat agama islam.

Ada termasuk apabila di upacara grebeg Maulud dan Grebeg Syawal yang diselenggarakan di Keraton Yogyakarta.

8. Kaligrafi dan Seni Pahat Peninggalan Sejarah Bercorak Islam

Seni kaligrafi dan pahat biasanya digunakan untuk mengukir batu nisan di makam para raja. Beberapa batu nisan yang memiliki unsur seni pahat kaligrafi diantaranya adalah batu nisan:

Fatimah binti Maimun di Gresik.
Sultan Malik As-Saleh di Aceh
Sultan Hasanudin di Makasar.
Makam Sunan Giri di Gresik, Jawa Timur.
Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat.
Makam Sunan Kalijaga di Demak, Jawa Tengah.
Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik Jawa Timur.
Makam Raja-Raja Gowa di Katangga.
Makam Raja-Raja Mangkunegaran di Astana Giri.
Makam Raja-Raja Mataram.
Sedangkan kaligrafi adalah seni menulis ayat suci Al-Qur’an yang dibikin menjadi bentuk gambar tertentu.

Kaligrafi merupakan seni yang dihormati di pada beragam seni rupa islam, Karena kaligrafi merupakan alat utama untuk melestarikan Al-Qur’an.

9. Wayang Peninggalan Sejarah Bercorak Islam

Wayang ini asal usulnya berasal dari Jawa, Awalnya wayang dibawa oleh agama Hindu, tetapi sejalan bersama dengan datang nya agama Islam tradisinya di lanjutkan oleh para Wali Songo.

Wayang menjadi keliru satu sarana dakwah untuk pengajaran agama islam, adapun wayang peninggalan sejarah bercorak islam.

Seni pertunjukan wayang ini sempat menghilang, tetapi sekarang dihidupkan kembali, bahkan hingga sekarang ceritanya menjadi lebih beragam, bahkan di pentaskan didalam beragam bahasa.