Laba Bersih Emiten di BEI Anjlok Rp 59 Triliun, Penyebab dan Dampaknya Terungkap

Insurance484 Dilihat

Penurunan Signifikan Laba Bersih Emiten di BEI pada Kuartal III 2023

batikbagoes.com Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan laba bersih sebesar 20,26% pada kuartal III tahun 2023, mencapai Rp469,31 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang mencapai Rp528,5 triliun, menghasilkan selisih laba bersih sebesar Rp59 triliun secara tahunan.

Penurunan Terbesar dari Sektor Transportasi dan Logistik

Kepala Divisi Riset BEI, Verdi Ikhwan, mengungkapkan bahwa penurunan terbesar berasal dari sektor transportasi dan logistik, mencapai 97,56% atau sebesar Rp1,51 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), yang mencatatkan laba bersih di tahun 2022, tetapi menghadapi penurunan signifikan di tahun 2023 sekitar Rp50 triliun.

Penyebab Penurunan: Kinerja Keuangan Garuda Indonesia

Verdi menjelaskan bahwa penurunan laba bersih ini terutama dipengaruhi oleh laporan keuangan Garuda Indonesia. Pada laporan keuangan per 30 September 2023, GIAA mencatatkan rugi sebesar USD72,38 juta, mengalami kontraksi 119% dari periode yang sama tahun lalu. Meskipun terdapat penurunan dibandingkan kuartal I/2023, di mana GIAA merugi USD110,03 juta, pendapatan usaha secara group hingga kuartal III 2023 tetap tumbuh sebesar 48,32% yoy, mencapai US$2,23 miliar.

Dampak Terhadap Total Laba Bersih BEI

Meskipun terjadi penurunan signifikan, Verdi menyatakan bahwa jika kita mengesampingkan dampak dari laporan keuangan Garuda Indonesia, total laba bersih BEI seharusnya tidak mengalami perubahan yang signifikan, tetap sejalan dengan pendapatan perusahaan secara keseluruhan.

READ  Proyeksi Positif Reksa Dana Saham Hingga Akhir 2023, Menurut BNI Asset Management