, , ,

Berikut Adalah Seputar Mini Cooper John Cooper Works Indonesia

Berikut Adalah Seputar Mini Cooper John Cooper Works Indonesia

Siapa sih yang gak tau mobil Mini Cooper yang desainnya diciptakan sangat anggun dan mewah? Nah bila kalian liat kini Mini Cooper John Cooper Works Indonesia udah punya model yang super modern. Tidak melulu itu, Mini Cooper lawas pun tidak kalah pesonanya serta konsumsi bahan bakar yang irit.

Sejarah Mobil Mini Cooper

Gimana sih asal awal Mini Cooper? Sir Alec Issigonis yang bermunculan di lingkungan family Yunani, bermunculan pada 18 November 1906 adalahperancang pribumi tipe mobil ini. Pendidikannya ia selesaikan sampai mencapai gelar insinyur dan bergabung dengan Morris Motors di tahun 1936 sebagai perancang sistem suspensi. Selama 6 tahun Sir Alec bekerja disini, ia diberi tanggung jawab untuk membina mobil baru yang bermunculan di tahun 1948 dengan nama Morris Minor. Mobil ini mempunyai ruang yang besar guna penumpang dan berhasil di pasaran.

Pada mula tahun 1957, Sir Alec diminta guna menggambar mobil dengan desain yang bagus dan hemat bahan bakar. Saat itu, proyek mobil kecil ini diberi nama Austin Design Office proyek ke-15. Setelah prototype kesatu jadi, dua bulan kemudian, pembalap mempunyai nama John Cooper menolong dalam pengembangan karya Issigonis tersebut.

Dengan gabungan tangan dua orang hebat ini, sketsa mobil Mini Cooper dicetuskan pada 1959. Pada mula perkembangannya, mobil Mini memakai penggerak roda depan yang posisinya melintang, sampai-sampai penggagas mesin penggerak roda depan ialah Mini. Sejak itulah Mini Cooper John Cooper Works Indonesia lumayan populer. Morris Mini pun hebat ketika dikemudikan John Cooper meraih kemenangan dalam Reli Monte Carlo.

Sejarah Masuknya di Indonesia

Mini atau Morris kesatu kali masuk ke Indonesia pada tahun 1965-an. PT Java Motors menjadi penyalur resmi yang memasukkan Morris ini ke Tanah Air. Mobil kecil ini kala tersebut masuk dengan secara Completely Knock Down (CKD). Java Motors berkolaborasi dengan PT National Assemblers guna merakit mobil ini di Medan pada 1970 sampai sekitar 1980-an.

Di samping perusahaan tersebut, sejumlah importir umum pun memasukkan mobil ini dengan kedudukan Completely Built Up (CBU). Nama Mini makin tersohor setelah menginjak ranah pacu di Sirkuit Ancol yang kala tersebut menjadi sirkuit utama di Jakarta. Hengki Irawan sempat menggunakan Mini untuk pacu pada 1967, sementara Karsono pun pernah menggunakan Mini satu tahun setelahnya pada 1968 guna ajang balap.

Waktu itu tidak sedikit orang tersihir oleh keterampilan mobil mungil yang paling lincah dan terlihat binal saat di lintasan balap. Tak heran andai sejak ketika itulah Mini Cooper John Cooper Works Indonesia mulai menjadi mobil yang diidamkan oleh beberapa orang. Di Indonesia, harga Mini pun lumayan terkerek naik. Bahkan harganya ketika ini dapat dibilang lumayan gelap, alias tak dapat diprediksi kisaran harganya. Terlebih guna generasi kesatu dan kedua yang menjadi incaran untuk kolektor mobil.

Sebagai gambaran, Mini keluaran tahun 1990-an saja ketika ini dibanderol di kisaran Rp300 jutaan. Sedangkan guna keluaran 1970-an dengan transmisi otomatis, harganya dapat mencapai Rp600 jutaan lebih. Tak heran andai Mini yang dipunyai oleh Andre Taulany dipasarkan di angka Rp700 jutaan.

Nilai historical yang sentimental untuk sebagian orang berikut yang dirasakan menjadi dalil utama melakukan pembelian Mini sebagai mobil hobi. Tongkat bersambung dari kisah yang ditorehkan oleh Mini diharapkan dapat terus terjaga sampai generasi penerus dari sang empunya mobil. Jika anda mempunyai Mini klasik, rasanya akan paling sayang kalau melulu didiamkan di rumah.