,

Alat Musik Tradisional Jawa Barat

alat musik tradisional jawa barat

alat musik tradisional jawa barat – Alat musik khas Jawa tetap eksis di sedang maraknya perkembangan musik modern. Alat musik tradisional khas Jawa tetap banyak diminati masyarakat. Menariknya alat musik khas Jawa ini ada yang sudah go international.

Indonesia dikenal punya bervariasi suku, Bahasa, budaya, pakaian kebiasaan dan termasuk keragaman alat musik tradisional. Kekayaan budaya masyarakat Indosia sudah tidak diragukan lagi. Bahkan tiap tiap alat musik tradisional punya keunikan tiap-tiap yang diturunkan dari generasi leluhur ke generasi selanjutnya.

Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Kali ini Dream bakal mengulas keragaman alat musik khas Jawa, merasa dari Jawa Barat, Jawa Tengah sampai Jawa Timur yang terdiri dari banyak macam. Bagi Sahabat Dream yang menghendaki mengetahui keragaman dan keunikan alat musik khas Jawa, mari kami lihat paparannya tersebut ini.

Alat Musik khas Jawa Barat

Jawa Barat punya bervariasi alat musik tradisional yang khas. Terdapat 12 alat musik khas Jawa Barat. Namun kali ini Dream cuma bakal mengulas sebagian saja.

Alat musik khas Jawa Barat yang pertama adalah Angklung. Alat musik ini merupakan alat musik khas Jawa Barat yang terbuat dari bamboo disusun rapi. Alat musik angklung bakal mengimbuhkan instrument bernada ganda.

Cara memainkan alat musik angklung adalah dengan cara digoyangkan. Suara angklung punya ciri khas yang dihasilkan dari benturan bambu. Angklung sudah dinobatkan sebagai tidak benar satu warisan kebudayaan dunia oleh Unesco dengan kategori Masterpiece of Oral plus Intangible Heritage of Humanity.

Alat musik khas Jawa Barat ke dua adalah Suling. Suling merupakan alat musik tradisonal khas Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Alat musik ini sudah benar-benar kondang di kalangan masyarakat Indonesia, lebih-lebih Jawa.

Bahkan Suling sudah banyak dimodifikasi jadi tidak benar satu alat musik yang lebih modern. Dalam kebudayaan Sunda, Suling terbuat dari bahan bambu yang punya 4 sampai 6 lubang untuk menyesuaikan tiap tiap nada. Cara memainkannya adalah dengan cara ditiup.

Alat musik khas Jawa Barat yang ketiga adalah Jenglong. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu dan logam besi, sanggup termasuk dari kuningan yang disusun dan diikat memakai tali. Jenglong sanggup mengimbuhkan kerangka lagu dan nada dasar terhadap suatu pentas seni.

Selain ketiga alat musik tersebut, Jawa Barat tetap punya banyak alat musik lainnya seperti, Arumba, Tarawangsa, Kecapi, Calung, Celembung, Jentreng, Jenglong, Rebab, dan Karinding.

Alat Musik Khas Jawa Tengah

Jawa Tengah punya banyak alat musik tradisional yang sampai sekarang tetap dilestarikan. Berikut 5 alat musik khas Jawa Tengah. Pertama adalah Kendang, atau dikenal dengan nama Gendang merupakan instrumen tradisional gamelan Jawa yang digunakan untuk menyesuaikan tempo lagu.

Gendang terbuat dari kulit kerbau, tali rotan, kayu nangka, kayu pohon cempedak atau pohon kelapa. Cara memainkan Gendang adalah dengan cara dipukul atau ditepak dengan telapak tangan.

Alat musik khas Jawa Tengah ke dua adalah Gambang, yakni alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul. Gambang terdiri dari 18 bilah bambu yang dipukul dengan alat pemukul khusus. Fungsi Gambang adalah mengiringi lagu, tidak benar satunya didalam kesenian Gambang Kromong.

Alat musik khas Jawa Tengah ketiga adalah Gong, terbuat dari tembaga dan juga timah yang cara memainkannya dengan dipukul. Dalam seni gamelan, Gong jadi elemen utama untuk mewujudkan kombinasi alat musik kesenian tradisional yang lengkap.

Keempat, Bonang, yakni alat musik yang dimainkan dengan cara ditabuh atau dipukul. Alat pemukulnya bernama bindhi. Bonang terbuat dari logam besi, perunggu atau kuningan yang punya bentuk menonjol terhadap bagian atas yang disebut pencu atau pencon.

Kelima adalah Suling tradisional yang terbuat dari bambu dengan lubang-lubang untuk menyesuaikan nada. Suling jadi alat musik pelengkap didalam sebuah kesenian Gamelan.

Selain kelima alat musik di atas, Jawa Tengah tetap punya alat musik khas berupa Slenthem, Saron, Gender, Kenong, Demung, Kempul, dan Siter.

Gamelan Jawa Timur

Selain kondang dengan destinasi wisata, Jawa Timur termasuk punya keragaman alat musik tradisional yang khas dan unik. Alat musik di darah Jawa sesungguhnya punya banyak kemiripan tiap tiap provinsi.

Alat musik khas Jawa Timur yang pertama adalah Angklung Caruk, alat musik berasal dari Banyuwangi yang terbuat dari bambu. Satu angklung caruk cuma menghasilkan satu nada saja, sehingga terkecuali menghendaki menghasilkan nada bervariasi angklung caruk mesti dimainkan secara berkelompok.

Angklung Reyog, alat musik khas berasal dari Ponorogo yang digunakan untuk mengiringi pentas kesenian Reyog Ponorogo. Bentuknya serupa dengan angklung dari Jawa Barat. Namun bedanya angklung reyog dihiasi dengan rangkaian tali berwarna merah dan kuning. Suaranya yang dihasilkannya pun termasuk lebih nyaring dibandingkan angklung Jawa Barat.

Bonang, alat musik kumpulan dari gong kecil yang tiap-tiap punya tangga nada yang berbeda. Bonang disusun secara horizontal ke string didalam bingkai kayu atau rancak baik terdiri dari satu sampai dua baris. Terbuat dari beraneka jenis perunggu, kuningan dan besi. Cara memainkannya dengan cara dipukul pakai kayu lapis kain terhadap ujungnya.

Kenong Telok, adalah alat musik khas Jawa Timur yang berasal dari Madura. Kenong Telok terdiri dari tiga Kenong, terdiri dari tiga gong kecil yang ditaruh didalam suatu area yang etrbuat dari kayu. Kenong Telok terbuat dari kuningan, cara memainkannya dengan dipukul. Kenong Telok biasanya dimainkan untuk mengiringi budaya Karapan Sape dan Kuda Kencak di Madura.

Alat Musik Khas Jawa Timur Selanjutnya

Kempul, alat musik yang dimainkan didalam acara Jaranan Santherewe. Kempul terbuat dari kuningan dan kayu sebagai area kempul diletakkan. Cara memainkannya dengan dipukul layaknya bonang. Alat musik Kempul secara visual terpahat terhadap relief candi Panataran di Blitar.

Kethuk Estri, alat musik tradisional yang terbuat dari kuningan berupa serupa Gong tapi ukurannya kecil. Dalam memainkan Kethuk Estri biasanya dimainkan didalam satu set yang terdiri dari Kethuk Estri dan Kethuk Jaler. Namun nada yang dihasilkan Kethuk Jaler lebih tinggi daripada Kethuk Estri.

Ketipung, alat musik yang kondang di Indonesia, dimainkan untuk mengiringi musik dangdut yang suaranya benar-benar menonjol. Ketipung serupa Gendang, tapi cara memainkannya ditepuk terhadap posisi vertical, pas gendang ditepuk terhadap posisi horizontal.

Teromper Reyog, alat musik pengiring pertunjukan Reyog Ponorogo yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini terbuat dari kayu, bamboo dan tempurung kelapa. Alat musik yang termasuk serupa dengan terompet reyog adalah Saronen, yakni alat musik tiup yang awalannya dibawa oleh cicit Sunan Kudus sebagai sarana dakwah untuk memeluk agama Islam.

Saronen terbuat dari kayu jati yang diberikan enam lubang berderet dan satu lubang di belakang dan juga terdapat cincin kecil terbuat dari logam untuk mengaitkan bagian bawah dengan bagian atasnya yang terbuat dari daun siwalan.

Selain yang sudah disebutkan, Jawa tetap banyak punya alat musik khas yang berkembang dan dilestarikan masyarakat. Bahkan anak-anak sekolah ditanamkan untuk mempelajari bervariasi alat musik tradisional sehingga tidak hilang tergerus perkembangan zaman.