, ,

3 Makanan Khas Sumatera Utara dan Cara Pembuatannya Terenak

3 Makanan Khas Sumatera Utara dan Cara Pembuatannya Terenak

Sumatera Utara ialah nama provinsi dengan tidak sedikit kota besar di dalamnya, tergolong diantaranya Medan yang pun merangkap sebagai ibukota provinsi Sumut. Karena beberapa besar penduduk Sumatera Utara ialah keturunan suku Batak, sehingga banyak sekali makanan khasnya diciptakan dan diprovokasi oleh orang-orang Batak. Ciri khas utama masakan dari wilayah dengan hari jadi tanggal 15 April 1948 ini ialah menggunakan buah andaliman yang mempunyai rasa pedas getir. Di samping itu, olahan dari ikan dan daging tetap mendominasi, dan seringkali mempunyai kuah.Berikut makanan khas Sumatera Utara dan cara pembuatannya

1. Anyang Pakis

Di provinsi Sumatera Utara tepatnya di kabupaten Asahan, ada makanan khas wilayah tersebut yang disebut dengan anyang pakis. Makanan khas Sumatera Utara dan cara pembuatannya ini diciptakan dari tumbuhan pakis atau tumbuhan paku lantas diberi bumbu ekstra berupa kelapa hasil penyangraian. Sekilas tampilannya serupa dengan urapan, tetapi pemakaian kelapa sangrai yang serupa serundeng menjadi pembeda antara keduanya. Padahal meski ditilik lebih lanjut, bumbu yang dipakai sangatlah serupa, yaitu ada daun jeruk, bawang merah, ketumbar, dan serai.

Masalah pembuatannya sangatlah gampang, sebab rempah-rempah laksana daun jeruk dan teman-temannya di atas bakal dihaluskan lantas akan disangrai bareng parutan kelapa dan pakis tadi. Namun sebelum dimasukkan ke dalam wajan mengandung kelapa parut dan bumbu halus, pakis mesti dikukus terlebih dahulu. Jika hendak memperkaya menu isiannya, dapat juga dengan ditambahkannya tauge, daun pepaya, sampai kacang panjang bareng pakis yang pun harus dikukus dulu. Makanan yang pun enak dikonsumsi tanpa nasi ini bisa ditemukan di pusat jajajan ramadhan di Jalan Imam Bonkol dan Jalan Rivai, tetapi saat bulan Ramadhan saja. Walaupun pakis dan kelapa paling melimpah di Asahan, tetapi jajanan tradisional ini malah diabaikan, sehingga melulu muncul ketika bulan puasa atau acara tertentu saja.

2. Bika Ambon

Nama bika ambon yang dicantumkan pada makanan wilayah Sumatera Utara ini dikarenaken dia ialah olahan bika yang tidak banyak dimodifikasi dengan jalan Ambon sebagai lokasi kesatu kali dipasarkan dan dibuatnya makanan ini. Jalan Ambon sendiri bukanlah jalan di kota Ambon-nya Maluku, tetapi ada sendiri di Medan. Bagi lebih memperjelasnya, bika ambon adalahsejenis kue yang diciptakan dari adonan berupa tepung, santan, gula, dan kuning telur, tetapi nantinya bakal difermentasi dengan meningkatkan air nira. Penggunaan air nira kelapa itulah yang membuatnya bertolak belakang dan menjadi produk baru khas dari ibukota Sumatera Utara, Medan.

Bahkan menurut keterangan dari salah seorang penjualnya, untuk menciptakan bika ambon supaya bisa mengembang sempurna, telur yang dipakai ialah telur ayam yang baru menetas satu hari dan pemakaian santannya, mesti berasal dari kelapa pinggir pantai. Tidak melulu itu, adonan yang telah diciptakan nantinya mesti melewati proses fermentasi air nira sekitar 7 jam supaya benar-benar enak. Baru sesudah adonan menyeluruh telah dibuat, nantinya bakal diberi perasa makanan dan dioven sekitar satu jam. Kue khas Sumatera Utara dengan warna umum kuning ini dapat didatangi di jalan Majapahit, Medan Petisah, bahkan ada selama 30 hingga 40 toko yang menjualnya, terutama sebagai oleh-oleh.

3. Lemang

Lemang ialah makanan khas Sumatera Utara dan cara pembuatannya yang dikatakan oleh bangsa Melayu, sampai-sampai tersebar luas di Indonesia, Singapura, Malaysia, bahkan Brunei Darussalam. Di Indonesia, terutama Sumatera Utara ialah salah satu distrik yang sangat dikenal sebagai lokasi termudah mendapatkannya, bahkan di antara kotanya mempunyai nama kota Tebing Tinggi punya julukan ‘Kota Lemang‘. Apa sih Lemang tersebut ? Lemang ialah makanan yang diciptakan dari beras ketan yang sudah bercampur dengan santan dengan proses pemasakan memakai perantara bambu. Biasanya sebelum dimasukkan ke bambu, nasi ketan bakal terlebih dahulu dibalut oleh daun pisang atau memasukkan daun pisang dulu ke bambu baru ditembus beras ketan.

Yang menarik dari pemasakan lemang ialah cara membakarnya, karena seringkali bambu akan dihanguskan dengan posisi tegak ke arah bara api. Setelah matang lemang dapat disajikan dengan teknik langsung dimakan atau diberi ekstra lauk. Masyarakat Tanah Air sendiri sering mengonsumsinya dengan teknik memberi ekstra isian bercita rasa manis laksana kinca, serikaya, dan selai. Namun terdapat pula yang menambahkan rendang, telur, serta lauk pauk lain, bahkan dapat dikonsumsi bareng buah laksana durian. Rasa lemang original tanpa tambahan ialah rasa asin gurih sebab ada santan yang merasuk ke beras ketan, bahkan terkadang terdapat yang menambahkan garam supaya rasa dari makanan pokok Sumatera Utara ini lebih terasa.